09 Oktober 2011

peksos medis (ibu susilawati) stks bandung


Sehat, sakit, dan penyakit
        Kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, melainkan mencakup kesejahteraan fisik, mental, sosial dan spiritual (WHO)
        Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU. No 23 Tahun 1992).
        Sehat berarti  mampu berfungsi secara maksimal  dalam memainkan semua peran dan hubungan antar manusia Johnston, (1988). 
        Sebaliknya, sakit merupakan keadaan yang dianggap mengganggu atau tidak mengenakan secara badani, atau mengganggu emosional/psikologis, atau sosial.
        Penyakit adalah sesuatu yang menyebabkan seseorang atau mahluk hidup terganggu (dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau pengganggu lain).  Misal penyakit kulit yaitu penyakit yang merusakan kulit, seperti kudis, kurap, dll.
        Upaya kesehatan adalah setiap  kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kesehatan yang dilakukan pemerintah dan atau masyarakat.
        Kesehatan masyarakat meliputi keadaan kesehatan suatu masayarakat serta upaya-upaya untuk mencegah penyakit, atau memelihara, melindungi dan meningkat-kan kesehatan masyarakat melalui pengorganisasian masyarakat.
INDIKATOR KESEHATAN MASYARAKAT
        Angka kesakitan
               (Misaal ispa, diare, penyakit menular)
        Angka Kematian Kasar
        Angka kematian berdasarkan kelompok umur
        Angka kematian bayi
        Angka lahir mati
        Angka Kematian Ibu
        Angka harapan Hidup
        Angka Gizi buruk
        Statistik pemanfaatan pelayanan kesehatan
        Keadaan sanitasi lingkungan, seperti :
               perumahan (angka rumah tidak sehat/tidak layak huni), penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan air limbah, dan jamban/pembuangan kotoran manusia.
        Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gizi.
        Partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan masyarakatnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SAKIT ATAU SEHAT
        Fisik atau bio-medis (seperti : bakteri, virus, protozoa, jamur, luka, disfungsi sel, atau berbagai gangguan sirkulasi, kekebalan terhadap penyakit)
        Perilaku :
               1) Reaksi terhadap sakit dan penyakit
         a) sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan : misalnya makan makanan yang  bergizi, olah raga.
         b) sehubungan dengan pencegahan penyakit, misal : mencegah gigitan nyamuk, dll termasuk
 perilaku tidak menularkan penyakit.
         c) sehubungan dengan upaya penyembuhan.
     Reaksi psikososial terhadap penyakit menurut :
  
    Elizabeth Kubler Ross :
    1) tahap penolakan (denial),
    2) sikap marah dan gelisah (rage and anger),
    3) tawar-menawar (bargaining),
    4) depresi dan penerimaan (acceptance).
    De Vaul dan Zisook :
    1)  periode terkejut, tidak percaya dan penolakan
         (shock, disbelief and denial),
     2) tahap mengalami somatik akut, ketidaknyamanan
         emosi, & penarikan diri secara sosial (acute somatic,
         emotional uncomfortable and social withdrawal)
     3) periode puncak restitusi (restitution).
     2)  Perilaku terhadap sistem pelayanan (persepsi, sikap
         dan penggunaan fasilitas, petugas dan obat-obatan).
    3)  Perilaku terhadap makanan (pengetahuan, persepsi,
         sikap, dan praktek konsumsi makanan).
               4)  Perilaku terhadap lingkungan kesehatan,
                     antara lain sehubungan dengan :
           a) air bersih
           b) pembuangan air kotor
           c) pembuangan limbah
           d) rumah sehat
  e) pembersihan sarang-sarang nyamuk (vektor)
    Becker (dalam Soekidjo Notoatmodjo, 1996) mengklasi-
    fikasikan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan :
    1)  Perilaku kesehatan (health behavior), yaitu perilaku  
         dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan.
    2)  Perilaku sakit (illness behavior), yaitu perilaku  untuk
         mengidentifikasi penyakit, penyebabnya, serta usaha
         untuk mencegahnya.
    3)  Perilaku peran sakit (the sick role behavioral) yaitu
         perilaku untuk memperoleh kesembuhan.
Perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam dan dari luar individu
               Faktor dari dalam, misalnya :susunan syaraf pusat, kecerdasan, pengetahuan, keyakinan, motivasi, emosi.
               Faktor dari luar, misalnya :
proses belajar, sosialisasi,  masalah relasi sosial, sosial-ekonomi, nilai budaya, lingkungan fisik (iklim dll).
        Lingkungan (fisik, sosekbud) & pelayanan kesehatan.
Infeksi Menular Seksual (IMS)
¢  Infeksi yang penularannya terutama melalui hubungan seksual
¢  Angka kejadian IMS terus meningkat
¢  Tetap merupakan penyakit yg sulit ditanggulangi
Data Kunjungan IMS & HIV Klinik Mawar 
¢         Sepanjang tahun 2010
  IMS        : 1454
  HIV         : 1858
  Kasus +  : 61
Dampak dari IMS
¢  Kematian
¢  Kanker
¢  Kehamilan Ektopik
¢  Kemandulan
¢  Nyeri Panggul Kronis
¢  Infeksi pada Bayi
¢  Kebutaan
Infeksi Menular Seksual
¢  Gonore
¢  Sifilis
¢  Kutil Kelamin
¢  Herpes Genital
¢  HIV-AIDS
GONORE
¢  Penyebab: Bakteri Gonore
¢  Timbul Gejala: 1-5 hari kemudian
¢  Gejala:
  Cairan kelamin kental, putih atau kuning, kdg kehijauan
  Wanita: sering tdk bergejala
gonore
Gmb45
KUTIL KELAMIN
¢  Penyebab: Virus HPV
¢  Timbul Gejala: 2-3 bln kemudian
¢  Gejala:
  Benjolan datar atau spt jengger ayam
  Wanita: kanker leher rahim
KUTIL KELAMIN
Condyloma Acuminata.jpgFG 1.JPG

HERPES GENITALIS
¢  Penyebab: Virus Herpes
¢  Timbul Gejala: 2-10 hari kemudian, bisa stlh 3 mgg
¢  Gejala:
  Lepuh-lepuh kecil bergerombol, sangat nyeri
HERPES GENITALIS
HERPES GENITALIS
HIV – AIDS
¢  Penyebab: Virus HIV
¢  Timbul Gejala: Bertahun-tahun kemudian (±10 tahun)
¢  Gejala:
  Sangat bervariasi, awal: spt flu
  Sebagian besar meninggal krn TBC
  Pengobatan seumur hidup
HIV – AIDS
KESIMPULAN
Picture1.jpg
Kesimpulan
¢  Gunakan KONDOM
¢  Periksakan kesehatan secara berkala
¢  Mengobati sendiri cukup berbahaya
¢  Tuntas pengobatan à komplikasi penyakit berbahaya

04 Oktober 2011

komunikasi verbal dan non verbal

JENIS KOMUNIKASI (VERBAL DAN NON VERBAL)

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari:
1. Komunikasi verbal dengan kata-kata
2. Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh

1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.







2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a. Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress