26 Februari 2012

PEKERJAAN SOSIAL DI BIDANG INDUSTRI

LAPORAN HASIL OBSERFASI

LAPORAN HASIL OBSERVASI DI PT. PRIMARINDO INDONESIA.

A.    ASPEK ASPEK YANG DI AMATI

1.     SITUASI PRODUKSI
Situasi produksi adalah dimana para pekerja bekerja untuk mengahasilkan suatu barang dalam hal ini adalah sepatu. Dalam kegiatan yang dilauakan kemarin yaitu kunjungan ke PT. PRIMARINDO INDONESIA saya dalam memenuhi kewajiban mata kuliah pekerja sosial dibidang industri mencoba mengali beberapa hal yang terjadi dalam proses produksi yaitu :
a.      Dalam situasi produksi terlihat bagaimana para pekerja fokus pada pekerjaannya masing masing sehingga mereka sangat solit dalam menyelesaikan peerjaan mereka sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan oleh perusahaan yang menentukan kebijakan bahawa pekerja harus menyelesaikan pekerjaannya dengan target jumlah barang yang dihitung perjam.
b.     Adanya keterkaitan yang erat antara devisi devisi dalam melakukan proses produksi maksudnya jika dalam proses produksi ada salah satu saja dari bagaian devisi yang tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik atau hasilnya jelak maka akan berpengaruh terhadap kenerja yang lain dan dapat mengakibatkan kegagalan dalan produksi.
c.      Para pekerja dalam melakukan pekerjaanya mereka melakukan interaksi anatara sesama pekerja untuk melanjutkan pekerjaan hingga selesai, hal ini dikarenakan sistim kerja yang di mulai dari belakang dan berakhir di bagaian aling depan. Selain komunikasi sesama pekerja sesekali terlihat komunikasi yang dilakukan para pekerja dengan mandor yang memeberikan kritikan, masukan serta iinformasi berkaitan dengan pekerjaan yang di hasilkan oleh pekerja.
d.     Dalam situasi produksi para pekerja terlihat sangat teliti dalam melakukan pekerjaan walaupun terkadang ada satu atau dau terlihat barang yang gagal dalam produksi di karankan beberapa faktor.
e.      Dalam situasi kerja terlihat lingkungan kerja merupakan aspek yang penting dalam berjalannya sebuah industri hal ini harus benar benar di perhatikan oleh kedua pihak baik oleh para pengusaha maupun pekerja olehnya demikian di PT. Primarindo kemarin disetiap ruangan memiliki lingkungan kerja yang berbeda dimana aspek aspek didalamnya sangat jauh berbeda disetiap ruangan seperti :
·       Pencahayaan ruangan.
Deisetiap devisi dan rungan pada industri sepatu PT. Primarindo kemarin memiliki tingkat pencahayaan berbeda sesuadengan kebutuhan yang diperlukan oleh setiap devisi. Selain mengunakan pencahayaan dari alam disana juga mengunakan sumber pencahayaan lain yaitu mengunakan cahaya lampu yang telah di atur tatapenempatannya.
·       Sirkulasi udara
Dikarenakan jumlah pekerja yang cukup banyak yaitu sekirat tiga ribu lebih pekerja sirkulasi udara menjadi penting untuk deperhatikan oleh pihak perusaan gina untuk kualitas udara yang tersedia. Sirkulasi udara mengunakan jendela dari kawat dan berda 2 meter diatas pondasi ruangan dan dibuat memenjang dari sisi ke seisi ruangan sehingga kebutuhan akan udara yang sehat dan bersih masih bisa dipenuhi.

·       Tata ruangan sangat berpengaruh terhadap kenyaman para pekerja jika di lihat pada PT. Primarindo saya melihat tataruangan sudah bagus ini dikarnakan oleh pihak perusahaan menelakukan audit kebutuhan pekerja dengan membayar pihak luar untuk mengevaliasui sesai dengan ketentuan dari pemerintah mengenai ketenagakerjaan. Akan tetapi saya menemukan hal yang menarik yang sangat jarang di perusanhaan lain lakukan yaitu pada loket penimpanan barang pribadi pekerja. Kemarin saya tidak melihat loket lemari seperti loket penyimpanan barang pada umumnya melainkan mengunakan tonyang berukuran 1,5 meter untuk menyimpan barang seperti tas dan sepatu. Hal ini coba saya komfir masi kepada pihak perusahaan mengapa loket penimpanan barang tidak ada, dari piak puerusahaan pun menerangkan bahwa para pekerja jarang mengunakan mengunakan loket yang berbentuk lemari dan untuk mengoptimalkan kelebaran ruangan maka loket penyimpanan barannya di ubah saja dari tong dan para pekerja tak ada masalah dengan ini.
f.      Prosedur kerja, para pekerja di pekerjakan selama 40 jam perminggu dengan dalam 8 jam/hari ini sesuai ketentuan dari pemerintah jika perusahaan melakukan pemakian tenaga kerja lebih dari ketentuan di atas maka perusahaan wajib membayar tenaga pekerja dengan hitungan lembur. selain itu para pekerja tidak boleh mengunakan alat komunikasi seperti HP (Hand Phon) pada waktu bekerja. Dan para pekerja mendapat istirahat siang sehitar 30 menit untuk makan siang dan melaukan solat dzuhur.

2.     MASALAH YANG TERJADI
Dalam melakukan kegitan pekerjaan ditemukan masalah dalam pihak pekerja maupun pihan perusahaan adalah hal yang biasa. Akan tetapi ada juga masalah yang dapat diselesaikan dan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh para pekerja atau perusahan disilah dibutuhkan pekerjaan sosial untuk melakkan evaluasi dimana letak suatu masalah dan memikirkan peranan apa yang harus diterapkan untuk mengupayakan pemecahan masalah tersebut. Dari kegiatan observasi kemarin yang dilakukan saya sebagai calaon pekerjaan sosial melihat ada beberapa masalah yaitu :
a.      Penyimapanan barang pekerja atau loket barang pekerja. Kenapa saya memandang ini sebagai masalah, hal ini sering menjadikan masalah di antara pekerja misalkan :
·       Seringnya kelihalangan barang dari pekerja yang menimbulkan prasangka terhadap sesama pekerja sehingga pada akhirnya mengakibatkan percecokan bahkan sampai keributan yang berahir dengan baku pukul dan baku hantam.
·       Tidak terjaganya privasi dari pekerja terhadap barang bawaanya sehingga baran barang yang lebih pribadi dapat sewaktu waktu di lihat oleh pekerja lain.

b.     Kuarannya perhatian perusahaan dalam penegasan terhadap karyawan pentingnya mengunakan masker. Padahal ini sangat penting karna banyak bahan kimia yang digunakan oleh para karyawan sehingga apa bila tidak di perhatiakan takutnya berakibat buruk bagi kesehatan para karyawan dikemuadian hari.

c.      Adanya kecemburuan dan sentimen sosial pekerja terhadap pekerja lain seperti pekerja kontrak terhadap pekerja tetap mengenai tunjangan tunjangan.

d.     Ada banyaknya para pekerja yang masuknya telat karna alasan harus mengurus anak anak dan keluarga sehingga proses pengerjaan barang menjadi sering tertanggu.

e.      Adanya para pekerja yang belum memahami kontrak perjajinan kerja sehingga terajadi pelangaran seperti adanya pekerja yan menutupi kehailan.

3.     KONTRIBUSI PRUSAAN TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR
Sebuah perusahaan yang baik hendaknya memperhatiakan dan memberikan kontribusi yang positif terhadap lingkungan sekitar tempat perusahaan itu berdir begitu juga dengan PT. Primarindo yang berada di Gede bage selatan perusahaan yang bergerak di bidang testil ini memberikan kontribusi yang positif terhadap linkungan sekitar seperti :
1.     Memajukan pendapatan masyarakat sekitar perusahaan dengan cara menyerap tenagakerja dari lingkungan sekitar perusahaan. Dengan adanya upaya ini tingkat pendapatan masyarakat sekitar menjadi naik, tingkat penganguran rendah. Selain itu daya beli beli masyarakat sekitar menadi meningkata sehingga juga berpengaruh terhadap roda perekonomian yang lebih luas lagi.
2.     Memberiakan perhatian khusus terhadap masyarakat dengan memberikan sumbangan sumbangan baik terhadap pembangunan pembangunan invrastruktur di lingkungan masyarakat seperti masjid, pos jaga, jembatan dan sarana umum lainnya dengan cara mengajukan proposal terhadap PT. Primarindo sebgai bahan admisistarasi oleh pihak peusahaan.
3.     Ikut terlibat dalam kegiatan kemasyakatan sebagai bagian dari lingkungan masyarakat seperti perayaan hari hari besar melakukan penyembelihan heawan kurban dilingkauangan sekitar perusaan dan membagikan kepada masyarakat sekitar, menjadi seponsor kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat seperti perlombaan dalam rangka penyambutan dan perayaan hari kemerdekaan, atau mengadakan bakti sosial seperti menyelengarakan penobatan ngeratis.





B.    ASPEK-ASPEK YANG DILAKUKAN PEKERJA SOSIAL DALAMMENGAHDAPI MASALAH.
Sebagai pekerja sosial profesianal dalam bidang industri hendaknya dapat mengidentivikasi masalah masalah yang timbul baik dari para pekeja maupun dari pihak perusaan dengan memberikan pertimbangan pertimbangan terhadap pemecahan masalah serta aternatifnya. Dari masalah yang terdapat di atas ada beberapa alternatif yang di tewarkan oleh kami sebagai pekerja sosial yaitu:
1.     Memberiakan fasilitas loket oleh perusahaan terhadap pekerjaan dan memberikan sosialisasi terhadap manfaat serta memberikan peraturan dan skangsi bagi para pekerja yang menyimpan barang sembarangan dan mengambil barang pekerja yang lain.

2.     Mengadakan seminar dan sosialisasi tentang bahaya zat zat kimia yang digunakan dalam industri sepatu yang ditujukan terhadap para pekerja agar timbul motivasi dalam diri untuk menjaga kesehatan dan mengunakan masker.

3.     Mengadakan pendekatan pendekatan persoanal dan memberikan pengertian serta penjelasan dan menunjukan kontrak kerja kepada pekerja yang mengalami kecemburuan sosial terhadap sesama pekerja mengenai hak hak tunjunagan yang merek ada dapatkan.


4.      Memberiakan informasi dan pengertian akan ketentuan perusahaan secara jelas lagi dan memberiakan peringatan baik pemangilan dan pemberian sangsi. Tidak hanya itu saja perusahaan harus memberikan perhatian kusuh untuk pekerja yang rajin sehingga dapat memotivasi pekerja yang sering telat agar mau mehadir lebih awal jika perlu mengadakan seminar tentang memejemen waktu antara keluarga dan pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar