04 Februari 2012

pekerjaan sosial indvidu dengan keluarga

Makalah pekerjaan sosial indvidu dengan keluarga 
BAB I

PENDAHULAUAN

A.              Latar  belakang masalah

Keluaraga adalah suatu unit sistem terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang  terdapat dalam suatu masyarakat yang sarat akan terbentuknya dengan adanya ikatan perkewainan yang akan tinggal dalam suatu atap yang biasanya mereak disebut hidup bermah tangga. Dalam hidup berumah tangga setiap anggota keluarga memiliki fungi atau peranan masing- masing dalam proses perjalan hidupnya mualai dari ayah ibu dan anak memiliki tugas da fungsi yang berbeda baik secara kapasitas maupun kuantititas.

Dalam kehidupan keluaraga ada beberapa hal yang harus di perhatikan  adalah salah  satunya  yaitu potensia atau yang sering di kenal dengan sumber daya keluaraga dalam hal ini adalah suatau gubrakan dalam menetukan arah kelauraga dan kemapuan kelauarga baik aspek ekonomi, angama, sosial budaya dan lain laian.

Pada saat sekarang ini dalam hal sumbar daya rumah tangga keluarga dan kegitannya adalah merupakan salah satu fokus dari pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas sumbar daya rumah tangga keluarga dan kegiatan memalui suatu program kelauarga harapan yang bertujaan untuk kesejahtaraan masyarakat miskin.

B.              Tujuan penulisan malah

Penulisan makalah ini mempunyai tujuan yaitu :

1.     Memeuhi tugas mata kuliah pekerjaan sosial dengan individu dan keluarga.

2.     Berusaha menegetahui dan memahami rumah tangga keluarga dan kegiatannya.


BAB II
ISI
1.1 Pengertian Keluarga

Keluarga adalah suatu unit sosial yang terkecil dalam suatu tatanan masyarakat. Keluarga juga menghimpun sumberdaya materi / alam dan sumber daya waktu sehingga dapat dikatakan  bahwa daya keluarga merupakan gabungan antara sumber daya manusia dan sumber daya materi / alam. Sebelau kita megupas lebih dalam tentang sumber daya rumah tagga kelauarga dan kegitannya ada baiknya kita mengupas tentang beberapa pengertian keluarga, sumberdaya keluaraga dan lain lain sebagai berikut :
A.              Pengertian keluarga

·    Menurut Departemen Kesehatan RI (1998) :
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapaorang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan salingketergantungan.

·   Menurut Salvicion dan Ara Celis (1989) :
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah,hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga,berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

B. Definisi Rumah Tangga.

               Rumah tangga adalah sebuah susunan atau jaringan yang hidup. Yang merupakan
pusat dari denyut-denyut pergaulan hidup yang menggetar. Dia adalah alam pergaulan manusia yang sudah diperkecil yang ditunjukan untuk mengekalkan keturunan. Kemudian dari padanya nanti akan terbentuklah ebuah keluarga, yaitu suatu jama'ah yang bulat, teratur dan sempurna. Dia bukan sekedar tempat tinggal belaka. Tetapi rumah tangga sebagai lambang tempat yang aman, yang dapat menenteramkan jiwa, sebagai tempat latihan yang cocok untuk menyesuaiakan diri, sebagai bentang yang kuat dalam membina keluarga dan merupakan arena yang nyaman bagi orang yang menginginkan hidup bahagia, tentram dan sejahtera.

C. Pengertian sumber daya / sumber daya keluarga.

Dalam pembahasan pembangunan sumber daya keluarga, kita tidak dapat melapaskan kaitan sumber daya dengan tujuan kelauarga dalam memperoleh kepuasan yang optimal. Pembagian mencakup identivikasi, alokasi, pengunaan dan peningkatan baik peningkatan sumber daya maupun kualitas bagi sebagian besar sumbar daya selain itu dalam pengembangan sumber daya keluarga, beberapa asumsi dasar  perlu diketahui terlebih dahulu.
Gross,crandall dan knoll(1973) mengemukakan asumsi dasar yaitu :
1.     Suberdaya keluarga tidak hanya terdapat di dalam keluarga itu sediri (internal) . tetapi juga yang berada di berbagai lingkungan sekitarnya yaitu lingkungan dimana keluarga itu berada.
2.     Kondisi sumber daya merupakan elemen dari sistem yang dapat mendorong atau menghambat pencapaian tujuan  keluarga.
3.     Perubahan pada salah satu sumber  daya atau berpengaruh pada sumber daya lain dan komponen lain dlam suatu keluarga.

Devinisi  sumber daya

Dalam kamus webster yang di terjemahkan dalam bahasa Indonesia yang dimaksud dengan sumber daya ialah alat atau kekayaan yang tersedia (available means) kemampuan / bahan untuk meyusaikan persoalan / maslaah. Adapun Deacon dan Malock dalam Gross Crandall dan Knoll (1973) mendefinisikan sumberd aya sebagai alat atau bahan yang tersedia dan diketahui potensinya untuk memenuhi keinginan. Sumber daya ini tidk selau bersifat langka tetapi juga dapat bersifat melimpah. Sumber daya yang melimpah memudahkan dalam memenuhi keinginan dan sebaiknya apa bila sumber daya itu terbatas.

Di negara maju sumber daya begitu begitu melimpah, namun demikaian merekapun ditantang untuk mengunakan sumber daya ini secara efektif. Bagai negara yag sedang berkemabang seperti Indonesia , sumber daya daya keluarga tidaklah melimpah ruah seerti di negara maju.
Tantangan bagi kita sema dengan tantangan bagi mereka di negara maju, yaitu bagaimana mengunakan secara efektif dan efisien. Ada pepatah dari daerah sunda dalam mengunakan sumber daya yaitu “sedikit dapat memenuhi, banyak dapat tersisa” maksud dari pepatah tersebut adalah jika sumber daya itu sedikit/ terbatas maka harus dapat memenuhi kebutuhan/ keinginan kita, dan jika sumber daya itu melimpah patutlah ada sisanya, jangan sampai dihabiskan sampai tidak tersisa, baik untuk waktu sekarang maupun waktu yang akan datang.

Pemegang Kekuasaan Dalam Keluarga

1. Patriakal, yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak Ayah.
2. Matriakal, yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak Ibu.
3. Equlitarian, yang memegang dalam keluarga adalah Ayah dan Ibu.

Peranan keluarga dalam rumah tangga

Peranan keluarga dalam rumah tangga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatanyang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalamkeluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :

tugas seorang ayah :
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencarinafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepalakeluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagaianggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakatdari lingkungannya.

tugas seorang ibu :
Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untukmengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranansosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya,disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkahtambahan dalam keluarganya.

Tugas Anak :
 Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat
perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Fungsi dan kegitan Keluarga dalam kegitan rumah tagga

Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga dalam kegitan rumah tangga adapun  sebagai berikut :

1.       Fungsi Biologis

a. Untuk meneruskan keturunan
b. Memelihara dan membesarkan anak
c. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
d. Memelihara dan merawat anggota keluarga.

2.       Fungsi Psikologis

a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman
b. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
c. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
d. Memberikan Identitas anggota keluarga.


3.       Fungsi Sosialisasi

a. Membina sosialisasi pada anak.
b. Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
c. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.


4.       Fungsi Ekonomi

a. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
b. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
 c. Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.

5. Fungsi Pendidikan

a. Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan dan membentuk
perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.

b. Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.

c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Ahli lain membagi fungsi keluarga dalam rumah kegitan rumah tangga, sebagai berikut :

1. Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa

2. Fungsi Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

3. Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

4. Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakanperasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksiantar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

5. Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajakanak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepalakeluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengaturkehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.

6. Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumberkehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerjauntuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapatmemenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.

7. Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempatrekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalamkeluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, berceritatentang pengalaman masing-masing, dsb.

8. Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan
keturunan sebagai generasi penerus.

Tahap-tahap Kehidupan Keluarga

1. Tahap pembentukan keluarga, tahap ini dimulai dari pernikahan, yang dilanjutkan dalam membentuk rumah tangga.

2. Tahap menjelang kelahiran anak, tugas utama keluarga untuk mendapatkan keturunan sebagaigenerasi penerus, melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakansaat-saat yang sangat dinantikan.

3. Tahap menghadapi bayi, dalam hal ini keluarga mengasuh, mendidik, dan memberikan kasihsayang kepada anak karena pada tahap ini bayi kehidupannya sangat bergantung kepadaorang tuanya. Dan kondisinya masih sangat lemah.
4. Tahap menghadapi anak prasekolah, pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupansosialnya, sudah mulai bergaul dengan teman sebaya, tetapi sangat rawan dalam masalahkesehatan karena tidak mengetahui mana yang kotor dan mana yang bersih. Dalam fase inianak sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulaimenanamkan norma-norma kehidupan, norma-norma agama, norma-norma sosial budaya,dsb.

5. Tahap menghadapi anak sekolah, dalam tahap ini tugas keluarga adalah bagaimana mendidikanak, mengajari anak untuk mempersiapkan masa depannya, membiasakan anak belajarsecara teratur, mengontrol tugas-tugas di sekolah anak dan meningkatkan pengetahuanumum anak.

6. Tahap menghadapi anak remaja, tahap ini adalah tahap yang paling rawan, karena dalamtahap ini anak akan mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya, oleh karena itusuri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan. Komunikasi dan saling pengertianantara kedua orang tua dengan anak perlu dipelihara dan dikembangkan.

7. Tahap melepaskan anak ke masyarakat, setelah melalui tahap remaja dan anak telah dapatmenyelesaikan pendidikannya, maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak kemasyarakat dalam memulai kehidupannya yang sesungguhnya, dalam tahap ini anak akanmemulai kehidupan berumah tangga.

8. Tahap berdua kembali, setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri-sendiri,tinggallah suami istri berdua saja. Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi, dan bila tidakdapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress.

9. Tahap masa tua, tahap ini masuk ke tahap lanjut usia, dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini.




Dari berbagai fungsi di atas ada 3 fungsi pokok  kelurga terhadap keluarga lainnya, yaitu :

1. Asih adalah memberikan kasih saying, perhatian, rasa aman, kehangatan,pada anggotakeluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dankebutuhannya.
2. Asuh adalah menuju kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya selaluterpelihara sehingga memungkinkan menjadi anak-anak sehat baik fisik, mental, sosial, danspiritual.
3. Asah adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya.



Tugas-tugas Keluarga dalam kegitan rumah tangga

Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut :

1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya

2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga

3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing

4. Sosialisasi antar anggota keluarga

5. Pengaturan jumlah anggota keluarga

6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga

7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas

8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya

Upaya pemerintah.
Salah satu upaya pemerintah dalam membenatu peningkatan sumber daya rumah tangga, kelauarga dan kegitannya yaitu dengan Program Keluarga Harapan (HRP).

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu kebijakan sosial yang memberikan pelayanan sosial oleh pemerintah berupa uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin dengan ketentuan mempunyai anak balita, anak sekolah dan ibu hamil dengan harapan merupakan sebagai bentuk investasi sosial untuk mengurangi kemiskinan. Apabila dilihat dari persfektif pembangunan Program Keluarga Harapan berupaya untuk memberi sumber daya kepada orang yang kurang berbakat atau yang mempunyai kemampuan yang kurang lebih setara dengan anggota masyarakat lain. Bersumber dari pemahaman nilai keadilan dalam persfektif ini, Program Keluarga Harapan merupakan kebijakan diskriminatif untuk tujuan positif. Hal itu disebabkan karena pemenuhan diartikan sebagai distribusi sumber daya secara adil tetapi tidak merata, sebab kebutuhan orang berbeda.












BAB III
Kesimpulan
Adapaun dari isi di atas dapat kami menarik kesimpulan diantaranya yaitu :
·       Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :
- Unit terkecil dari masyarakat
- Terdiri atas 2 orang atau lebih
- Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
- Hidup dalam satu rumah tangga
- Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
- Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
- Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
- Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan


·       Rumah tangga adalah sebuah susunan atau jaringan yang hidup. Yang merupakan
pusat dari denyut-denyut pergaulan hidup yang menggetar. Dia adalah alam pergaulan manusia yang sudah diperkecil yang ditunjukan untuk mengekalkan keturunan.
·       Dalam pembahasan pembangunan sumber daya keluarga, kita tidak dapat melapaskan kaitan sumber daya dengan tujuan kelauarga dalam memperoleh kepuasan yang optimal. Pembagian mencakup identivikasi, alokasi, pengunaan dan peningkatan baik peningkatan sumber daya maupun kualitas bagi sebagian besar sumbar daya selain itu dalam pengembangan sumber daya keluarga, beberapa asumsi dasar  perlu diketahui terlebih dahulu.

Jadi sumbar daya rumah tangga keluarga dan kegitan yaitu adalah suatau upuaya untuk peningkatan kualitas dan kapasitas dari keluraga itu sediri dalam menjalani kehidupan yang selalu dinamis sesuai denagan tuntutan peran dan fungsi soaial dari seluruah anggota keluarga yang dari kesemuanya memiliki peranan yang berbada serta kontribusi dalam sumberdaya rumah tangga yang bebrada pula.

2 komentar: